Seorang teman tiba-tiba bertanya dalam sebuah komentar dari foto bersama jaman masih sekolah dulu.. “Rata-rata universitas/sekolah tinggi menyiapkan kurikulum untuk sarjana yang siap kerja, kenapa ga ada universitas/sekolah yang menyiapkan kurikulum untuk sarjana agar bisa menciptakan lapangan kerja?”
Pendapat saya (tanpa ada maksud apapun,hanya sekedar opini murni tanpa buka buku atau pinjam teori), Secara general ga ada korelasi yang pasti (karena mungkin belum ada yang meneliti) antara kurikulum dengan tersedianya lapangan pekerjaan.. Karena kurikulum, khususnya yang disusun untuk pendidikan formal itu tujuannya supaya bisa menyiapkan tenaga teknis profesional yang handal (D1,D2,D3,D4,S1) atau tenaga ahli sebagai pengembang ranah keilmuan tertentu (S1,S2,S3)..
Untuk menciptakan lapangan pekerjaan bahkan secara langsung atau tidak,sebenarnya sudah diterapkan di tingkat universitas, misalnya dalam bentuk matakuliah kewirausahaan, mengadakan pelatihan-pelatihan dan membentuk UKM yang berhubungan dengan enterpreneurship dan bentuk-bentuk kongkrit lainnya..
Lalu,kenapa ga tercermin dari lulusannya?!.
Itu mah kembali ke kualitas alumninya.. Dapet ga ilmu yang dipelajari? terus Berani ga berusaha buka peluang usaha yang menciptakan lapangan kerja?
Karena klo ilmunya udah dapet, terus berani berusaha untuk menciptakan pekerjaan,saya rasa masalah ini ga perlu jadi isu apalagi sampe ngadu ke kurikulum..
(Ditulis di busway, di sela2 macet, pake hape)
komen from facebook:
Angga Hadiapurwa
pernah berbincang dgn pak philip (d fb).. saya komen pada statusnya tidak jauh beda,dan intinya sama.. ‘kmbli lg k pribadi alumninya,seberapa jauh dapat mengaplikasikan hasil yg d dapat setelah mempelajari mata kuliah’..
30 April jam 21:49 melalui Facebook Seluler ·
Lookman NoolkhaKim
iy bener bro….itu tergantung kualitas subjek sendiri….tp,klosubjek berqualitas tinggi n pny keberanian opening jobs,,tp terhalang keterbatasan dana…n akhirnya turunnya qualitas n spirit(buruknya hilang smanget n kemauannya) itu jd tdk jadi,,n harus tdk hrus hnya jd pegawai biasa……..
30 April jam 21:57 ·
Ridowalynov Patilson Jr
He.. He.. Ada lukman..
(Tdnya mau dimasukin ke komen di poto luk,tp gatau knp eror terus disana)
Tetep luk, itu kan kembali ke kualitas orangnya (termasuk bagaimana memanage 3M -Man,Money,Material-), artinya klo menurut saya itu termasuk problem individu.. Walaupun sebetulnya ada banyak jalan mengatasi masalah itu,(ini rada asbun kayanya) … Lihat Selengkapnyacontohnya dengan mencari kredit lunak di bank atau koperasi,atau mencari investor bersahabat seperti dari keluarga atau patungan antar teman satu idealisme..
Mungkin juga masih ada banyak cara lain yang lebih baik untuk ngatasin masalah itu..
Yang perlu diingat kata2 dari para motivator dan enterpreneur sukses bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,jika tidak menyerah dan terus berjuang pasti sukses akan datang.
Orang menang judi aja jarang yang sekali pasang taruhan, apalagi orang mau buka usaha yang bisa melahirkan lapangan pekerjaan?!..
30 April jam 22:30 melalui Facebook Seluler ·